Cara Merawat Peralatan Dapur Berbahan Kayu

Peralatan Dapur Kayu – Merawat peralatan dapur berbahan kayu tidaklah terlalu sulit. Cukup dengan membersihkannya secara teratur, maka selain peralatan dapur tetap awet juga bebas dari jamur.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pengetahuan tentang material kayu sangat dibutuhkan karena tidak semua bahan pembersih bisa digunakan. Semoga saja sedikit tips sederhana di bawah ini dapat membantu Anda yang ingin merawat peralatan dapur berbahan kayu.

Kayu merupakan material yang sering digunakan di dapur karena memiliki penampilan yang alami dan memberikan suasanan hangat. Bahkan bisa dikatakan cabinet dapur dan kitchen set pasti terbuat dari material kayu.

Namun ternyata banyak juga pemilik dapur yang bereksperimen menggunakan material ini sebagai table top yang membutuhkan perawatan tersendiri untuk menghindari material kayu mudah rusak karena sering terkena air dan noda. Perawatan table top dari material kayu tentunya lebih sukar dibandingkan jika menggunakan material dapur berbahan keramik.

Hal ini tidak menyurutkan pemilik dapur untuk menggunakan kayu sebagai table top, dengan sedikit meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk merawatnya maka kondisi dan syarat dapur sehat akan tetap terjaga.

Perawatan adalah kata kunci untuk memastikan material berbahan kayu di dapur tetap terjaga dengan baik dan selalu tampak cerah meskipun sering terkena noda minyak, makanan dan debu. Untuk itu mari disimak tips cara merawat material kayu di dapur.

Merawat Material Kayu di Dapur

peralatan dapur lengkap

Gunakan Sabun, Soda Kue dan Cuka

Table top berbahan kayu harus selalu dibersihkan setiap habis memasak. Hal ini sangat penting untuk menghindari bahan ini mengalami pelapukan ketika air mengenai table top, dan menghindari tampilan kusam akibat penumpukan noda minyak dan makanan.

Jika terlalu lama terkena noda tersebut maka material kayu akan menyerapnya sehingga akan terjadi proses kimia yang bisa menyebabkan tampilan table top menjadi kusam dan jika dibiarkan terlalu lama bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

Untuk membersihkan noda minyak, cukup dengan menggunakan larutan sabun yang ringan seperti sabun cuci piring dan sedikit air. Jika nodanya membandel maka gunakan campuran cuka putih dan air dengan takaran 1:1 dimana segelas cuka putih dilarutkan kedalam segelas air.

Larutan ini cukup aman untuk material kayu dan juga pernis karena tidak akan membuat kayu melengkung dan pernis tidak terlepas. Selain larutan cuka putih, noda membandel bisa juga dibersihkan dengan baking soda dan air agar pernis tidak luntur.

Sebagai catatan saat menggunakan kedua larutan di atas, gunakan kain lembut untuk menghindari material kayu dapur tergores. Siapkan lap kering untuk membersihkan sisa-sisa cairan pembersih dan bisa untuk mengeringkan kayu.

Bahan material kayu sangat rentan dengan bahan pembersih yang keras karena bisa merubah warna kayu menjadi kusam. Bersihkan semua material kayu yang ada di dapur seperti lemari dan rak-rak dapur. Jangan hanya terfokus kepada table top saja. Hal ini perlu dilakukan agar menghindari kerja dua kali untuk merawat material kayu di dapur. Dan hindari menekan terlalu keras untuk menjaga pernis tidak terkelupas atau terkikis.

Penjadwalan Memelitur

Proses perawatan seperti di langkah 1 di atas tidak menghindarkan pernis selalu dalam kondisi semula karena akibat dari proses berulang pembersihan dari noda minyak, makanan dan air.

Untuk menjaga tampilan material kayu kembali cerah seperti semua perlu dijadwalkan pemlituran kembali. Cukup dengan melakukannya setiap 6 bulan sekali atau paling lambat setahun sekali. Hal ini sangat perlu dilakukan guna menjaga keindahan dan kecerahan material kayu di dapur.

Isi Kabinet Dapur Bersih

Kabinet atau lemari di dapur merupakan komponen utama dapur yang menggunakan material kayu dan digunakan sebagai area penyimpanan. Hal ini terkadang terlewatkan dimana alat memasak disimpan begitu saja tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

Kondisi seperti ini tentunya akan mempercepat material kayu menjadi rusak dan lapuk. Selalu usahakan saat menyimpan peralatan memasak ke kabinet dapur dalam kondisi bersih dan kering dan tertata dengan baik.

Jika digunakan menaruh bahan bumbu masak, gunakan toples kaca sebelum dimasukkan ke lemari. Sedangkan untuk bahan masakan, jangan disimpan terlalu lama karena bisa mengakibatkan pembusukan dan tentunya mengundang serangga atau tikus.

Selalu disiplinkan diri untuk melalukan pemilahan dan pemilihan peralatan masak yang sudah tidak digunakan untuk dikeluarkan dalam lemari atau di area dapur, hal yang sama juga perlu dilakukan untuk bumbu dan bahan masakan.

Dengan menjaga kondisi lemari atau kabinet dapur selalu bersih dan tertata dengan baik tentunya akan menjaga kondisi dapur selalu nyaman dan sehat.

Alas Lemari Harus Digunakan

Hal ini biasanya terlupakan dan dianggap sepele padahal sangat penting yaitu untuk melapisi alas lemari dapur dengan bahan karet. Berguna untuk mencegah benda-benda yang tersimpan seperti peralatan memasak, bumbu masak dan bahan masakan untuk tidak mengenai secara langsung kayu yang ada di bagian dasar lemari. Bahan alas lemari yang terbuat dari bahan karet juga berguna agar mudah dibersihkan.

Memelihara kondisi dapur dalam kondisi yang ideal membutuhkan konsistensi dan ketekunan dalam merawatnya. Hal ini sangat diperlukan guna menghindari pembuatan ulang dapur karena bahan material yang digunakan sudah lapuk, dan tidak sehat.

Penumpukan kotoran selama digunakan memasak yang tentunya akan membutuhkan dana tidak sedikit dan juga akan merepotkan penghuni rumah karena harus berkompromi dengan proses pembangunan ulang dapur.

Menghilangkan Jamur dari Furniture Dapur

Dalam beberapa hasil pemeriksaan laboratorium sering ditemukan adanya hifa dan spora jamur dalam tubuh manusia, dan hal ini mengindikasikan kuat adanya infeksi akibat jamur.

Menghilangkan Jamur dari Furnitur Rumah

Sedangkan hifa dan spora jamur sendiri merupakan satu atau lebih sel yang terbungkus oleh lapisan pelindung yang disebut sporangium, sel ini bersifat dorman atau berhenti tumbuh dan akan tumbuh kembali jika lingkungan dimana sel tersebut berada memenuhi persyaratan tertentu.

Baca juga: Cara Membasmi Jamur di Furniture

Salah satu lingkungan pemicunya adalah kondisi furnitur yang tidak dirawat dengan baik, untuk itu dalam artikel ini penulis mencoba untuk berbagi trik cara mudah menghilangkan jamur dari furniture dapur.

Jenis jamur yang sering menginfeksi tubuh adalah jenis spesies Candida sehingga tidak heran penyakit yang ditimbulkannya disebut dengan Candidiasis.

Jenis jamur ini seringkali menginfeki area mulut dan kelamin. Tentu saja hal ini cukup mengkhawatirkan karena interaksi kita terhadap furniture sangatlah erat dan berlangsung setiap saat. Untuk itu tindakan pencegahan perlu dibuat agar penghuni rumah terjaga dari resiko terkena penyakit akibat jamur.

Lalu bagaimana cara yang tepat melenyapkan jamur dari furniture yang ada di rumah?, sebenarnya caranya cukup mudah, hanya perlu ketelatenan dan disiplin untuk selalu membersihkan furniture agar lingkungan yang menjadi syarat tumbuhnya hifa dan spora jamur tidak terjadi. Mari kita simak tips menghilangkan jamur dari furniture di bawah ini.

Tips Melenyapkan Jamur dari Furniture Rumah

– Hifa dan spora jamur mudah bergerak dengan bantuan udara karena menempel di debu. Hanya saja kondisi dormansi tidak memungkinkan bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang biak. Temperatur ruang yang hangat dan kondisi yang cukup lembab bisa menjadi pencetus kondis tumbuhnya spora jamur. Untuk itu, guna menghilangkan jamur dari furniture rumah adalah dengan memastikan rumah tidak dalam kondisi lembab dengan membuat banyak ventilasi udara serta cahaya yang cukup.

– Selain kondisi rumah memiliki ventiliasi udara yang baik, posisi furniture rumah juga harus diperhatikan. Yaitu dengan tidak meletakkan furnitur kayu menempel pada dinding. Hal ini bertujuan agar perabot tersebut mendapatkan sirkulasi udara yang cukup, jika menempel ke dinding maka ada potensi udara tertahan dan akhirnya syarat pencetus berkembangnya spora jamur terpenuhi.

– Kebiasaan yang sering ditemui dalam menggunakan furniture lemari adalah mengisinya dengan penuh. Hal ini sangat tidak disarankan karena akan memerangkap udara, dimana sirkulasi udara yang harusnya terjadi dengan baik malah terganggu. Dan lagi-lagi potensi timbulnya lingkungan yang lembab pun menjadi besar dan hal inilah yang disuka oleh hifa dan spora jamur. Untuk itu pastikan penempatan barang di lemari tidak terlalu penuh dan mampu mensirkulasikan udara dengan baik.

– Jika hifa dan spora jamur telah menyerang ke furniture yang ditandai dengan adanya bercak-bercak di beberapa bagian furniture, maka segera bersihkan guna menghindari menyebarnya serangan jamur ke area lain akibat spora jamur yang berterbangan. Guna mempercepat proses hilangnya spora jamur di furniture, segera saja keringkan bagian rumah atau perabot yang basah dibawah terik matahari. Jika area rumah atau furniture basah karena banjir, segera lakukan proses pengeringan dalam jangka waktu selambat-lambatnya 48 jam setelah banjir surut.

– Kelembaban udara di dalam ruangan harus dijaga direntang angka 30% hingga 60%. Kondisi kelembaban diangka tersebut mampu mencegah potensi tumbuhnya jamur dan tetap menjaga kondisi dormansi spora jamur. Cara menjaganya adalah dengan memberi ventilasi yang cukup pada kamar mandi, penggunaan exhaust fan terutama di area dapur untuk mengelurkan udara kotor keluar ruangan, serta jika memungkinkan membeli alat dehumidifier yang banyak dijual di pasar.

– Untuk daerah tropis seperti Indonesia yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, akan lebih bijak untuk menghindari penggunaan karpet. Hanya saja jika memaksa tetap menggunakan karpet, maka harus sering-sering untuk membersihkan area bawah karpet yang selalu berada dalam kondisi lembab, terlebih jika adanya tumpahan air ke karpet.

Demikian adalah bagaimana merawat peralatan dapur berbahan kayu dan menjaganya selalu bersih agar terhindar dari kemunculan spora jamur. Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat. Jangan lupa untuk klik tombol share agar teman-teman Anda pun mengetahuinya.