Manfaat Cabai untuk Kesehatan dan Trik Membuat Cabai Awet

3 min read

Manfaat dan trik mengawetkan cabai

Manfaat Cabai – Beberapa waktu lalu, harga cabai cukup “merobek” dompet belanja para ibu rumah tangga. Meskipun demikian tetap saja para ibu membelinya. Mengapa demikian?

Cabai (Cayenne Pepper) adalah tanaman asli Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Nama ilmiah tanaman bergenus Capsicum ini berasal dari nama Guyanne, kolonel Prancis di Amerika Selatan.

Cabai mengandung senyawa capsaicin yang menimbulkan rasa pedas dan panas. Senyawa inilah yang menimbulkan sensasi tersendiri bila diolah dalam makanan. Rasa pedas dan warna merah dari cabai ini juga yang kerap merangsang selera makan dan membuat ketagihan.

Manfaat dan trik mengawetkan cabai
Manfaat Cabai

Manfaat Makanan Pedas

Cabai digunakan di banyak negara. Di dunia kuliner Amerika Selatan dan Meksiko dikenal jalapeno, sejenis cabai merah yang berukuran lebih pendek. Cabai juga banyak digunakan dalam kuliner di Korea, Sichuan dan negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Inilah resep ayam yang bikin kamu ketagihan untuk menyantapnya, yang pedas berlabur sambal pun ada. Bikinnya pun mudah dan praktis.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, sambal menjadi menu wajib saat menyantap hidangan. Sayur asam, ayam goreng, bakso, dan banyak hidangan lainnya, rasanya kurang sedap bila dikonsumsi tanpa sambal. Tak heran jika di Indonesia kita mengenal banyak jenis sambal, yang terbuat dari berbagai jenis cabai. Ada sekitar 40 jenis sambal dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, sambal terasi dari Betawi, sambal honje dari Jawa Barat, sambal cabai hijau dan sambalado dari Sumatera Barat, sambal tempoyak dari Sumatera Selatan, sambal mata dari Bali, sambal panado dari Nusa Tenggara Barat, sambal dabu-dabu dari Sulawesi Utara, sambal colo-colo dan sambal kenari dari daerah Indonesia Timur.

Dari beberapa penelitian, diketahui bahwa cabai dan makanan pedas memiliki manfaat sebagai obat dan antimikroba. Bumbu-bumbu semacam cabai, bawang putih, merica, bawang, dan oregano juga terbukti bisa membunuh bakteri dan membuat makanan lebih aman untuk dikonsumsi.

Nutrisi dari Cabai

Selain bisa membangkitkan selera makan, ternyata cabai juga mengandung nutrisi yang lumayan bagus. Menurut USDA National Nutrient Database, dalam 5 gram cabai terdapat 17 kalori, vitamin A 2 gram, Vitamin C 4 mg, Vitamin E 1,6 mg, dan vitamin B6 0,1 mg. Cabai juga mengandung mineral seperti niasin 0,5 mg, kalsium 7,8 mg, zat besi 0,4 mg, magnesium 8,0 mg, dan fosfor 15,4 mg. Mineral lainnya adalah potasium 1,06 mg, natrium 1,6 mg, zink 0,1 mg, mangan 0,1 mg, dan selenium 0,5 mg.

Cabai juga mengandung flavanoid dan karotenoid. Kedua senyawa pemberi warna merah pada cabai itu merupakan antioksidan untuk menangkal radiasi bebas.

Pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda (pengobatan kuno di India) menggunakan cabai karena kandungan nutrisinya ini. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cabai juga bisa digunakan sebagai obat kanker. Menurut Dr. Lea Weber dari Ruhr University di Bochum, Jerman, terjadi penurunan yang signifikan dalam pertumbuhan sel kanker setelah distimulasi dengan capsaicin.

Trik Membuat Cabai Awet

Bila Anda senang memasak makanan pedas, membeli cabai dalam jumlah banyak akan lebih murah. Untuk itu, Anda harus mempunyai trik membuat cabai awet, tidak cepat busuk.

Pilih cabai yang masih bertangkai hijau. Adanya tangkai ini menjadikan cabai lebih segar dan tahan lama. Walaupun masih bertangkai, bila ada cabai yang patah, pisahkan dari cabai yang utuh.

Simpan cabai dengan cara yang tepat. Sebelum dimasukkan ke kulkas, cuci bersih cabai dan tiriskan airnya hingga kering. Lalu masukkan cabai ini ke dalam wadah kedap udara yang dialasi dengan kertas atau tisu yang menyerap air.

Keringkan cabai. Mengeringkan cabai juga bisa membuatnya tahan lama. Salah satu caranya adalah dengan merangkai cabai di tali, lalu dijemur hingga kering. Bila suka, cabai kering ini bisa Anda giling hingga menjadi bubuk cabai.

Dibuat acar. Cabai juga bisa diawetkan dengan cara merendamnya dalam botol selai berisi air cuka hingga menjadi acar cabai.

Bekukan cabai. Membekukan cabai juga bisa menjadi pilihan untuk mengawetkannya. Sebaiknya, masukkan cabai ke wadah plastik kedap udara sebelum dibekukan.

Dijadikan sambal goreng. Blender cabai dengan sedikit minyak goreng, lalu digoreng hingga seperti sambal goreng. Masukkan sambal cabai ini ke dalam botol selai dan simpan dalam kulkas. Bila Anda ingin lebih awet lagi, bisa membaginya dalam beberapa kantung plastik kecil, lalu dibekukan. Setiap kali Anda butuh, Anda tinggal mengambil satu kantung.

Merendam dengan minyak zaitun. Susun cabai dalam botol selai dengan cara didirikan, lalu tuangkan minyak zaitun ke dalamnya. Simpan rendaman cabai berminyak ini di tempat sejuk dan gelap.

Tips Menghilangkan Rasa Pedas & Panas dari Cabai

Cabai mengandung capsaicin atau senyawa yang memberikan rasa pedas dan panas di mulut dan tangan. Rasa pedas dan panas itu bisa Anda minimalkan atau hilangkan dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini.

Jangan lupa untuk mencoba resep daging dengan cabai kering yang lezat dan menggoyang lidah. Cocok untuk menu berbuka puasa.

Cokelat. Kandungan lemak yang tinggi dan ras manis pada cokelat dapat menghilangkan rasa pedas dan panas dari capsaicin yang tertinggal pada mulut.

Madu dan Gula. Rasa manis pada madu dan gula dapat menetralisir rasa pedas dan panas yang tertinggal di mulut.

Minyak goreng atau minyak sayur. Gosok-gosokkan minyak pada bagian tubuh yang terkena cabai. Minyak dipercaya mampu melarutkan capsaicin yang tertinggal di tubuh.

Susu atau Yoghurt. Cabai ludah larut dalam lemak. Merendam tangan yang terkena cabai dengan susu atau yoghurt dapat menetralisir rasa terbakar akibat cabai. Minum susu atau yoghurt juga dapat menghilangkan rasa pedas di mulut.

Baking Soda. Tempelkan pasta dari campuran baking soda dan air hingga kering pada bagian tubuh yang terkena cabai. Hal ini bisa meminimalkan rasa terbakar dari cabai.

Sabun cuci piring. Rendam tangan dalam larutan sabun cuci piring dan air setelah mengiris cabai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *