Tips Menjaga Kebersihan Lantai Dapur

Dapur idaman adalah dapur yang sehat dan higienis dengan membersihkannya secara disiplin dan berkala, termasuk lantai dapur. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari adanya jamur dan kotoran akibat proses memasak.

tips memilih keramik lantai dapur

Akan tetapi terkadang lantai di dapur meskipun sudah dibersihkan, noda membantel dan licin masih kerap terjadi.

Lantai dapur menjadi licin dan buram merupakan akumulasi dari cipratan minyak dan santan hasil dari efek proses memasak. Hal ini tidak bisa kita hindari tetapi kita bisa membersihkan lantai dapur dan membuatnya kesat kembali sehingga resiko terpeleset saat di dapur bisa dihindari.

Baca juga: 12 Tips yang Bisa Ciptakan Dapur Sehat dan Bersih

Untuk membersihkan lantai dapur dari buram dan licin ternyata cukup mudah, dengan bermodal mengikuti tips berikut di bawah ini maka lantai dapur akan kembali cling kembali dan tidak licin. Namun ingat, proses membersihkan lantai dapur dan licin harus dilakukan dengan baik dan seksama ke setiap sudut lantai dapur.

Membersihkan Lantai Dapur dengan Jeruk Nipis

Tips Membersihkan Lantai Dapur yang licin
  • Step 1 – Siapkan cairan jeruk nipis secukupnya
  • Step 2 – Campurkan air perasan jeruk nipis dengan air dengan komposisi 1:1 untuk setiap 1 meter persegi lantai dapur dimana satu gelas air untuk setiap satu perasan jeruk nipis.
  • Step 3 – Percikan capuran air dan jeruk nipis di atas dengan merata ke lantai dapur.
  • Step 4 – Lap lantai dengan lap basah, lakukan seperti kita melakukan pengepelan lantai
  • Step 5 – Kemudian bersihkan dengan air bersih layaknya mengepel lantai
  • Step 6 – Pastikan lantai dapur dipel dengan benar, bilas kembali dengan air biasa untuk memastikan lantai dapur bersih.

Kini keringkan lantai dapur, setelah kering maka akan terlihat lantai akan kembali kesat, tidak licin dan buram. Lakukan secara berkala untuk menghindari penumpukan kotoran di lantai dapur dan terpeleset di dapur. Jika dapur digunakan secara massive untuk memasak, maka lakukan pembersihan setiap proses memasak selesai.

Membersihkan Lantai Dapur dengan Belimbing Wuluh

Selain jeruk nipis, bahan alami yang bisa digunakan untuk membersihkan lantai keramik dapur adalah belimbing wuluh. Sama dengan jeruk nipis, bahan pembersih ini pun cukup mudah ditemukan di sekitar kita. Berikut adalah tips cara menggunakannya.

  1. Belimbing wuluh harus dikupas bagian badannya terlebih dahulu.
  2. Kemudian langsung gosokkan ke permukaan keramik secara merata.
  3. Kini diamkan selama 10 menit guna memberikan kesempatan zar asam yang terkandung di dalamnya bekerja.
  4. Kini bersihkan menggunakan sikat plastik, gerakkan sikat bisa dilakukan ke arah vertikal atau horizontal hingga noda terangkat.
  5. Jika diperlukan kamu juga bisa menggunakan sabun pembersih, caranya dengan menuangkan sedikit pada bagian sikat.
  6. Lanjutkan dengan mengelap keramik dengan kain bersih kering atau basah, lakukan hal ini secara perlahan dengan sedikit penekanan pada keramik.

Cukup mudah bukan cara membersihkan lantai keramik secara alami. Dikarenakan proses pembersihan keramik akan selalu berulang, maka sebaiknya tanam belimbing wuluh di halaman rumah.

Hal ini tentunya akan menjadi sangat berguna karena manfaat dari belimbing wuluh itu sendiri sangat banyak. Toh jika belimbing wuluh berbuah sangat banyak bisa dimanfaatkan juga untuk tetangga sekitar.

Pelapis Lantai di Ruangan Dapur

Beraktivitas yang nyaman di dapur tentunya sangat didambakan oleh setiap orang terutama ibu dan istri kita. Hal ini bisa dimaklumi, karena dengan suasana dapur yang nyaman akan membuat kegiatan memasak menjadi menyenangkan.

Harga Pelapis Lantai yang Kuat dan Murah

Ternyata selain menggunakan keramik, lantai dapur juga bisa dilapisi dengan material lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan atmosfer yang berbeda pada ruang dapur serta menjaga lantai tidak selicin jika menggunakan keramik.

Berikut akan kita bahas material pelapis lantai yang cocok untuk digunakan di dapur.

Baca juga: Aneka olahan udang yang menggugah selera makan

Bahan pelapis lantai cukup beragam, dimulai dari yang harganya terjangkau hingga yang lumayan dalam menguras kocek, juga yang perlu dipikirkan adalah adanya keterbatasan waktu sampai seberapa lama bahan material pelapis lantai tersebut bisa digunakan sebelum diganti yang baru

5 Material Pelapis Lantai Dapur

1. Bahan Kayu

Kayu merupakan material favorit yang digunakan untuk melapisi lantai. Material ini sangat bagus digunakan sebagai pelapis lantai karena penampilannya memberikan kesan hangat.

Akan tetapi kita harus mengetahui kelemahan kayu saat digunakan sebagai pelapis lantai dimana kayu sangat mudah tergores dan harus dijauhkan kontak dengan air. Jika tetap bersikukuh ingin menggunakan kayu sebagai pelapis lantai dapur maka perlu diperhatikan untuk menutup sambungan antar kayu karena sambungan ini akan menjadi tempat akumulasi dari debu.

Gunakan pelapis kayu yang tahan gores dan air sehingga bisa menutup sempurna sambungan-sambungan antar kayu.

2.Vinyl

Bahan material ini djual dalam bentuk lembaran dan tile dengan berbagai macam tampilan. Harganyapun cukup terjangkau tetapi bahan vinyl hanya dapat digunakan dalam waktu yang singkat karena sifat vinyl yang elastis dan mudah sobek.

Bahan pelapis lantai ini hanya bisa digunakan secara sementara di momen-momen tertentu untuk menghadirkan suasana yang berbeda di ruang dapur kita karena material vinyl memiliki kelebihan penampilan yang cerah.

3.Linoleum

Bahan material pelapis lantai dapur ini mirip dengan vinyl tetapi material Linoleum dibuat dari bahan-bahan alami terbarukan seperti pinus, gabus dan biji rami.

Saat diinjak juga lebih terasa empuk tetapi sangat kuat. Untuk harga tentunya lebih mahal dari bahan vinyl, tetapi tampilannya cukup beragam dan cerah sehingga memberi kita keleluasaan untuk memadu padankan dengan desain dapur minimalis di rumah.

3. Karet

Bahan pelapis lantai ini tidak banyak digunakan di dapur. Tetapi bahan karet menjanjikan kekuatan, kenyamanan dan keamanan. Bentuknya di pasar dijual sebagai lembaran atau tile.

Meskupun demikian perlu diperhatikan dengan usia pakainya karena lapisan lantai berbahan karet perlu diperbaharui setiap satu atau dua tahun tergantung intensitas pemakaian.

4. Bambu

Bahan pelapis lantai berbahan bambu memiliki kesan yang sama dengan bahan kayu yaitu memberikan kesan hangat. Tetapi bahan bambu juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang mirip dengan bahan kayu, dimana kita perlu memperhatikan sambungan tiap bambu untuk tidak dijadikan tempat berkumpulnya debu.

Bahan bambu perlu dilapisi bahan semacam pernis untuk mencegah goresan atau kontak air.

Demikian beberapa tips menjaga lantai dapur tetap bersih dan kesat menggunakan bahan pembersih alami yang ada di sekitar kita. Jika tampilan desain dapur sedikit berbeda, bisa juga menggunakan bahan pelapis lantai. Intinya adala, jaga kondisi dapur selalu sehat dan bersih agar makanan tetap terjaga kebersihan dan higienitasnya.