12 Tips yang Bisa Ciptakan Dapur Sehat dan Bersih

4 min read

7 Cara Mendapatkan Tips Dapur Sehat

Mempunyai dapur sehat merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Namun setelah berjalan sekian lama, kondisi yang semula bersih akhirnya tergerus dengan adanya kotoran atau bagian dapur yang tidak mendapatkan perawatan.

Kondisi dapur yang bersih harus selalu dijaga karena aktifitas memasak pasti menimbulkan adanya noda dan kotoran

Perawatan berkala menjadi kata kunci menjaga dapur minimalis selalu bersih. Rajin membersihkan dari segala noda minyak, makanan dan debu akan mempertahankan ruang dapur selalu dalam kondisi bersih.

dapur sehat sederhana

Baca juga: 10 olahan udang yang menggugah selera makan

Ruang dapur yang bersih tentu akan berkorelasi dengan kesehatan. Sehingga setiap masakan yang keluar dari dapur yang bersih bisa dipastikan kondisi higienisnya terjaga.

Untuk memastikan hal ini, ada beberapa tips rekomendasi membuat dapur yang sehat dan bersih.

Tips Membuat Dapur Sehat dan Bersih

1. Disiplin Membersihkan Dapur

Setiap habis memasak, dapur harus dibersihkan. Hal ini sangat penting untuk menghindari tumbuhnya jamur juga bakteri yang sangat berbahaya bagi makanan.

Kontaminasi jamur dan bakteri tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam karena kemalasan kita untuk membersihkan dapur sehabis memasak. Kondisi dapur yang kotor dengan banyaknya sisa makanan akan memudahkan bakteri dan jamur tumbuh.

2. Ventilasi Baik

Dapur yang sehat harus memiliki system ventilasi yang baik. Sirkulasi udara di dapur harus terjaga tanpa adanya bloking udara di dalam dapur. Sirkulasi udara yang baik sangat berguna untuk menghindari efek bahaya dari keracunan akibat penggunaan kompor gas maupun asap.

Yuk simak: Resep kue kering lebaran yang menggugah selera

Jika menggunakan kompor gas yang di tengah ruangan maka cooker hood harus digunakan untuk mengalirkan udara.

3. Sinar Matahari yang Cukup

Dapur yang sehat berarti bebas dari bakteri, hal ini bisa dilakukan selain berdisiplin membersihkan dapur setelah selesai memasak, juga harus terjangkau sinar matahari. Letak dapur yang terjangkau sinar matahari dapat membunuh bibit bakteri juga menghindari munculnya tikus dan kecoa. Kedua binatang ini merupakan momok yang bagi sebagian besar pengguna dapur jijik melihatnya.

4. Bahan Pembersih Dapur

Untuk membersihkan dapur juga harus diperhatikan produk pembersihnya. Jangan gunakan produk pembersih yang keras seperti deterjen dan pembersih keramik meja dapur.

Jika harus menggunakan jenis pembersih tersebut, usahakan buka jendela lebar-lebar untuk menghindari bertumpuknya udara yang dihasilkan pembersih yang keras tersebut di dalam dapur dan usahakan gunakan sedikit saja atau dibawah dosis yang disarankan.

5. Bahan Pembuatan Dapur

Dapur yang sehat juga memperhatikan bahan pembuatannya. Jangan menggunakan asbes untuk langit-langit. Gunakan gypsum atau kayu. Juga gunakan cat berbahan dasar air untuk melapisi langit-langit dan dinding ruang dapur.

Dibolehkan menggunakan vernis untuk mempermanis tampilan kitchen set atau lemari penyimpanan di dapur, tetapi baru bisa digunakan setelah beberapa hari diangin-anginkan untuk menghindari efek negatif dari vernis tersebut.

6. Saluran Air Kitchen Sink Lancar

Selalu pastikan saluran air kitchen sink lancar, hal ini perlu dijaga karena sampah sisa makanan seringkali menyumbat saluran airnya. Jika tersumbat maka berpotensi membusuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Gunakan soda kue dan cuka lalu air panas untuk membersihkannya jika saluran air sink dirasa mulai tersumbat. Jangan lupa untuk selalu menempatkan penyaring di lubang pembuatan kitchen sink sehingga sampah sisa makanan yang berukuran agak kecil langsung tersaring terlebih dahulu sebelum masuk ke saluran air sink.

7. Atur Ruang Simpan di Dapur

Dapur pastinya memiliki pengaturan ruang simpan yang sudah terorganisasi baik. Namun dalam perjalanan waktu, kondisi ideal ruang simpan akan lama kelamaan hilang. Untuk itu perlu mendisiplinkan diri untuk menyimpan peralatan memasak dalam lemari atau cabinet.

Minimalisir peralatan dapur yang harus ada di meja dapur untuk memberikan kondisi dapur yang rapi.

Untuk bahan bumbu masakan, gunakan toples kaca dan mempunyai label untuk tiap-tiap bumbu masakan untuk menghindari potensi tertukar saat digunakan memasak. Dan buang segala peralatan atau bahan makanan dan masakan yang sudah tidak diperlukan lagi

8. Dilarang Menghangatkan makanan berkali-kali

Biasakan untuk memasak sayur secukupnya, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Sayur harus dihabiskan dalam sehari. Jika terpaksa harus menghangatkan sayur maka hindari untuk menghangatkannya berkali-kali terutama sayuran bersantan.

Proses menghangatkan sayur yang berulang akan mengikis zat gizi yang ada di dalamnya. Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Saat menghangatkan sayur, hindari penggunaan tempat makanan berbahan plastik karena proses pemanasan akan mempengaruhi bahan plastik yang berakibat menjadi pencetus timbulnya gangguan kesehatan terutama kanker, karsinogen.

Selalu utamakan bahan alami untuk membungkus atau mengukus bahan makanan. Contoh praktisnya adalah penggunaan daun pisang saat memasak lontong yang lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan plastik, pepes ikan juga akan lebih nikmat dan sehat bila saat memasaknya menggunakan daun pisang.

9. Hindari Penggunaan Minyak Goreng Berulang

Dalam keseharian kegiatan memasak di dapur sering dijumpai penggunaan minyak goreng yang berulang-ulang. Hal ini dikarenakan dengan tujuan berhemat, meskipun hal ini sangat beresiko untuk kesehatan tubuh.

Penggunaan minyak goreng yang berulang akan membuat minyak tersebut menjadi coklat yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker dan kolesterol. Penampungan minyak goreng yang kurang tepat dan higienes juga akan mengundang spora jamur, yang akan berpengaruh pada bahan makanan lain yang ada di dapur.

Untuk itu hindari penggunaan minyak goreng secara berulang, jika terpaksa cukup 3 kali menggunakan minyak goreng yang sama kemudian ganti dengan minyak goreng yang baru.

10. Lemari Es Harus Bersih

Lemari Es kini menjadi standar perabotan dapur yang harus ada di ruang dapur ideal. Biasakan untuk membersihkan lemari es secara teratur dan biasakan mencuci sayur mayur dan buah sebelum di simpan di lemari es. Bungkus dengan rapi.

Baca juga: Tips Mengatasi Kulkas tidak Bau dan Cara Menyimpan Sayuran

Jika menyimpan telur, jangan terlalu lama. Bijaklah saat membeli telur untuk jangka waktu berapa lama dan pastikan telur selalu dalam kondisi baik karena jika telur rusak seperti retak akan memicu berkembangnya bakteri yang akan mempengaruhi bahan makanan lainnya.

Juga selalu disiplin memeriksa bahan makanan di lemari es, sering dijumpai bahan makanan yang terlalu disimpan di lemari es bahkan terlupakan. Jika sudah tidak layak untuk dikonsumsi atau sudah lewat dari masa berlakunya sebaiknya segera dibuang untuk menghindari menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri atau kuman penyakit.

11. Kembali Ke Bahan Alami

Menyajikan makanan ke anggota keluarga haruslah yang terbaik dan salah satunya adalah dengan sedapat mungkin menghindari penggunaan zat pewarna kimia pada makanan.

Baca juga: Cara Merawat Peralatan Dapur Berbahan Kayu

Gunakan bahan alami sebagai pewarna makanan seperti daun pandan untuk memberi warna hijau pada puding atau agar agar. Kulit bawang merah untuk memberi warna telur rebus , atau gunakan daun jati. Kunyit untuk memberi warna kuning pada nasi dan sebagainya.

Selain menggunakan bahan alami sebagai pewarna makanan, juga bisa diaplikasikan ke bumbu, hindari sedapat mungkin bumbu instan atau penguat rasa semacam MSG ke makanan yang akan disajikan ke anggota keluarga. Bumbu alami adalah pilihan tepat untuk memastikan makanan sehat sebagai hidangan utama bagi keluarga.

12. Kebersihan Alat Memasak

Salah satu unsur penting dalam tips dapur sehat adalah selalu memastikan kebersihan alat memasak yang digunakan. Jika ingin memotong buah, sayur, atau daging pergunakanlah beberapa talenan terpisah untuk memastikan tidak tercampurnya bahan makanan tersebut di atas. Namun jika talenan hanya satu saja, maka sebelum digunakan untuk memotong bahan makanan lain, harus dibersihkan dengan cara menyiraminya dengan air panas terlebih dahulu.

Tempat penyimpanan bahan makanan yang sudah dimasak harus dipastikan bersih dari lalat dan debu, jika perlu gunakan alat pengusir serangga elektronik yang banyak dijual umum. Tempat penyimpanan alat makan juga harus bersih dan pastikan saat mencuci alat makan dibilas terakhir kali dengan air panas.

Demikianlah kumpulan 12 tips dapur sehat dan bersih yang saya rekomendasikan. Semoga tips-tips tersebut dapat menjadi inspirasi menjaga dapur minimalis tetap terjaga kebersihannya.

2 Replies to “12 Tips yang Bisa Ciptakan Dapur Sehat dan Bersih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *