Tips Mengecat Dinding dan Mengatasi Masalah Pada Cat Eksterior

Tidak maksimalnya hasil pengecatan eksterior dapat terjadi karena beberapa faktor. Selain dinding tidak enak dipandang, juga ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kesalahan tersebut, padahal jika Anda lebih jeli dan sabar saat sebelum melakukan pelapisan dinding dengan cat, potensi kerugian tersebut bisa dihindari.

Kegagalan mengecat banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi dinding yang belum sempurna, teknik pengacian yang belum pas, kondisi dinding yang lembab, kualitas cat, serta teknik mengecat yang semuanya akan mempengaruhi keberhasilan pelapisan cat pada dinding luar rumah.

Untuk itu agar terhindar dari kegagalan mengecat, ada baiknya Anda mengenali beberapa masalah yang sering timbul pada cat eksterior, serta setidaknya mengetahui bagaimana teknik mengecat yang benar.

cat tembok tahan segala cuaca

Berjamur dan Berlumut

Pada kondisi dinding berjamur setelah dilapisi cat eksterior biasanya disebabkan oleh lembabnya dinding karena adanya kebocoran yang merembes ke dinding, juga akibat pelapisan cat pada dinding yang dilakukan terburu-buru sesaat setelah pengacian selesai.

Baca juga: 6 Cara Menata Rumah Kecil agar Terlihat Lebih Luas

Lembabnya dinding juga bisa terjadi karena tanaman atau pot yang ditempatkan menempel ke dinding, untuk itu periksa kembali sumber kelembaban yang sangat berpotensi menjadi penyebabnya.

Jika dinding terlanjur berjamur dan tumbuh lumut, maka mau tidak mau area dinding yang terkena harus dikerok bersih kemudian diampelas untuk menghilangkan jamur atau lumut. Kemudian dinding dilapisi dengan cairan anti jamur atau fungisida wash guna memastikan tidak lagi adanya kemunculan jamur dan lumut.

Saat menggunakan cairan anti jamur, pastikan dinding sudah diampelas kemudian oleskan cairan anti jamur ke area dinding yang terkena lalu biarkan hingga benar-benar kering sebelum disiram dengan air agar kandungan kimianya yang bersifat asam hilang, sehingga tidak akan merusak cat saat proses pelapisan kembali dimulai.

Warna Cat Memudar

Warna cat memudar disebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah garam alkali, hal ini dikarenakan permukaan dinding saat dilapisi cat masih dalam kondisi lembab atau belum kering benar. Kondisi seperti ini terlihat dari adanya bercak-bercak dan warna yang berubah pada bagian tertentu dinding.

Yuk simak: 4 Tema Desain Interior Rumah Terpopuler di Tahun Ini

Sedangkan sebab yang kedua adalah adanya pigmen warna yang digunakan oleh kandungan cat tidak tahan terhadap paparan cahaya Ultra Violet matahari. Cirinya cat dinding yang mengalami hal ini adalah, adanya perubahan warna di seluruh dinding. Untuk pigmen warna-warna cerah organik seperti warna merah muda, hijau muda, biru muda, dan ungu kurang bisa menahan siraman sinar matahari dibandingkan pigmen warna-warna anorganik seperti cokelat tua dan merah tua. Untuk itu bagi yang ingin tetap menggunakan warna cerah organik, sebelum mengoleskan cat ke dinding, sebaiknya dinding dilapisi sealer terlebih dahulu dan tunggu hingga benar-benar kering.

Kondisi Cat menjadi Menggelembung

Kondisi cat menggelembung biasanya terjadi akibat pelapisan cat permukaan dinding yang lembab, kondisi tembok dinding yang jauh dari sempurna seperti banyak bolong, atau pada dinding yang dilapisi cat berulang kali dengan Merck yang berbeda.

Untuk mengatasi kondisi dinding seperti ini, caranya adalah dengan membiarkan dinding hingga benar-benar kering sempurna. Sehingga gelembung yang muncul akan kempis sendiri seiring dengan mengeringnya lapisan cat yang digunakan. Namun jika gelembung tetap terjadi, maka kerok lapisan cat yang menggelembung tersebut kemudian dibersihkan sebelum dilakukan pengecatan ulang dengan warna cat yang diinginkan.

Cat seperti Meleleh

Pasti pernah melihat dinding yang lapisan catnya seperti meleleh di beberapa tempat. Kondisi ini disebabkan terlalu cepatnya waktu untuk melakukan pelapisan dari yang pertama dan kedua. Untuk memberikan lapisan cat kembali dibutuhkan waktu sekitar 2 jam jeda untuk memberikan kesempatan cat benar-benar dalam kondisi yang sempurna sebelum ditimpa lagi dengan lapisan cat berikutnya.

Bisa juga kondisi ini disebabkan oleh proses pencampuran cat yang kurang tepat seperti terlalu banyak tambahan airnya sehingga cat menjadi terlalu encer.

Komposisi pencampuran cat yang tepat adalah dengan memberikan sekitar 10 persen air untuk cat yang akan digunakan untuk dinding luar dan kondisi dinding baru. Sedangkan untuk kondisi mengecat ulang, berikan di bawah 10 persen campuran airnya atau tidak diencerkan sama sekali.

Cat Mengelupas

Cat mengelupas biasanya disebabkan karena kemampuan melekat ke permukaan dinding sudah jauh berkurang. Kurangnya daya lekat ini dikarenakan dinding masih dalam kondisi lembab, dan adanya kotoran seperti minyak, dan debu yang masih menempel sehingga saat melakukan pelapisan cat ke dinding tidak bisa melekat dengan sempurna.

Mengecat dengan Benar

Cat terkelupas bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yang pertama adalah pengecatan dilakukan di atas permukaan dinding yang sudah mengapur, atau efek yang sama juga akan terjadi jika pelapisan cat dilakukan pada dinding yang dilapisi plamir atau dempul dinding. Pada dasarnya, dempul atau plamir menggunakan kapur sebagai bahan dasarnya dan sedikit campuran perekat, kondisi ini menyebabkan hasil dinding yang didempul menjadi keras dan getas. Sehingga daya rekat lama kelamaan menjadi berkurang yang pada akhirnya berujung pada lapisan cat mengelupas, atau warna menjadi belang, sehingga tampilan dinding tampak kurang baik dipandang.

Faktor lainnya adalah kualitas cat, cat berkualitas yang baik memiliki daya rekat yang baik dan biasanya untuk cat eksterior menggunakan bahan sintetis. Sehingga tidak heran, biasanya di kemasan cat tersebut akan tertulis 100 persen acrylic.

Untuk mencegah terjadinya masalah-masalah pada dinding eksterior, pengecatan harus dilakukan dengan cara yang benar. Dinding baru yang belum pernah dicat, memiliki pori-pori yang masih kuat menghisap cat sehingga penanganannya berbeda dengan dinding yang telah dilapisi cat.

Pada Dinding Baru

Pastikan permukaan dinding benar-benar kering sebelum dilakukan pengecatan. Waktu pengeringan yang dianjurkan selama satu bulan, baru boleh dilakukan pengecatan. Alternatif lainnya, pengacian menggunakan semen instan.

Anda bisa melakukan cek kelembaban secara manual. Caranya ambil lembaran plastik bening secukupnya. Lalu tempelkan pada dinding yang akan dicat. Tunggu satu malam dan lihat keesokan harinya, jika di permukaan plastik yang menghadap ke dinding banyak terdapat air embun, tandanya kondisi dinding masih basah atau lembab.

Untuk mengurangi kelembaban dan kadar alkali yang tinggi, menambah daya rekat cat, serta untuk mengurangi hasil pengecatan yang tidak rata lantaran warna cat baru lebih muda dari cat yang lama sangat disarankan untuk memakai anti alkali primary sealer, baik yang berbahan dasar minyak maupun air.

Pada Dinding Lama

Sembuhkan dulu sumber masalah yang ada pada dinding lama, yang bisa menyebabkan dinding menjadi lembab, misalnya dinding yang retak, rembes, dan saluran air yang bocor.

Jika kondisi cat lama masih bagus (tidak mengelupas, berjamur, dan sebagai nya), lihat permukaannya, apakah daya rekatnya masih kuat sehingga bisa ditimpa cat baru. Untuk mengeceknya, Anda bisa menggoreskan tanda silang di dinding lalu di atasnya direkatkan isolasi dan tarik kembali isolasi tadi. Bila ada cat lama menempel di isolasi, ini berarti daya rekat cat lama kurang baik sehingga Anda harus mengelupas cat lamanya sebelum dimulai proses pengecatan ulang.

Cek juga apakah sua terjadi proses pengapuran pada cat lama. Caranya usapkan telapak tangan pada dinding, jika pada telapak tangan terdapat serbuk putih halus, maka proses pengapuran sudah terjadi. Bersihkan dinding dengan menggunakan sikat dan air bersih.

Jika kondisi cat lama tidak bagus, pengelupasan mutlak dilakukan. Siram dengan air, kerok dengan bantuan kap, kemudian ampelas dan bersihkan agar dinding bebas debu, noda, minyak dan lemak. Sebelum membubuhkan cat, lapisi dinding dengan alkali killer sealer.

Demikian informasi mengenai beberapa kondisi dinding luar rumah yang harus Anda ketahui terlebih dahulu sebelum melakukan pengecatan ulang atau mengecat untuk kali pertama. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi hasil dari pengecatan dan tentu saja biaya yang harus dikeluarkan.