Perbedaan Teko dan Ceret

3 min read

Bentuk dan jenis ceret

Editor kami di artikel dapur ideal sedang membahas teko pemanas air. Bagi sebagian orang dan tentunya saya sendiri, beranggapan teko dan ceret itu berbeda fungsi. Teko pemanas air yang dimaksud oleh artikel ceret pemanas air merujuk pada sebuah ceret atau ketel. Sedangkan teko itu berbeda dengan ceret.

Bedanya Ceret dengan Teko

Jadi dimana bedanya teko dan ceret?. Teko atau ceret mempunyai fungsi yang sama sebagai tempat menampung air. Tapi jangan disamakan dengan tendon air ya. Teko atau ceret saat keduanya menampung air mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda. Pusing?, mari kita coba pusingkan lagi.

Baca juga: Cara Merawat Peralatan Dapur Berbahan Kayu

Teko identik dengan bentuk yang lebih kecil dari ceret. Teko selalu berada di atas meja makan sedangkan ceret sering berada di atas kompor. Teko pemanas air dalam artikel yang ada di ceret pemanas air itu sebenarnya kurang tepat meskipun tidak bisa dikatakan salah. Hanya saja jika tidak dipahami benar bisa tertukar. Dalam literatur Bahasa, ceret itu identik dengan kettle dalam Bahasa Inggris atau sering di Bahasa Indonesia-kan sebagai ketel.

Material Ceret dan Teko

Ceret atau ketel terbuat dari alumunium, baja atau stainless steel. Ceret berfungsi memanaskan air sebelum diminum sehingga bahan pembuatan ceret harus tahan panas, dan dalam perkembangan berikutnya material ceret harus cepat panas untuk mendidihkan air dan mampu menahan panas dalam waktu yang lama di dalamnya.

Sedangkan teko bisa terbuat dari plastik atau melamin, kaca, perak, tanah liat, aluminium, juga stainless steel. Biasanya untuk teko yang berbahan logam, digunakan untuk menyeduh teh, kopi disamping juga teko berbahan tanah liat. Namun pada umumnya, teko difungsikan untuk air yang tidak terlalu panas dan pastinya tidak digunakan untuk memasak air.

Desain Ceret dan Teko

Dalam soal bentuk ceret atau teko juga berbeda. Ceret tidak mementingkan aspek estetika karena posisinya yang selalu di atas kompor. Meskipun untuk dapur modern minimalis kini tersedia ceret atau ketel yang sedikit bergaya dan terkesan wah atau mewah.

Hal ini dimungkinkan untuk memberikan nilai estetika pada ceret selain fungsi dasarnya itu sendiri. Akan tetapi, ceret pada umumnya berbentuk gemuk, bulet, dengan gagang yang terbuat dari bahan campuran plastic atau kayu sebagai insulator sehingga tidak panas jika diangkat dari kompor dengan mulutnya yang berleher panjang dan ada sumpalannya yang digunakan untuk memberikan efek siulan saat air mendidih. Untuk kenapa ada siulan saat air mendidih di ceret akan kita bahas di artikel lainnya.

Perbedaan Teko dan Ceret

Teko memiliki bentuk yang lebih artistik karena nilai estetika yang dibawanya. Teko ditempatkan di atas meja tentunya harus memiliki nilai yang sedap dipandang mata. Bentuk teko harus cantik, langsing, kecil, imut dengan mulut teko yang hanya mencuat sedikit dari badan teko layaknya pitcher di café sehingga cocok menemani cangkir saat minum kopi atau teh.

Lihat juga: 5 Alat Dapur Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Puasa

Untuk soal kombinasi warna, pada badan ceret tidak pernah ditemui ceret dengan berbagai ornament atau penggunaan kombinasi warna kecuali ceret yang didesain khusus. Ceret pada umumnya menggunakan warna logam itu sendiri. Misalnya jika menggunakan logam aluminium maka warna silver yang menonjol, lain jika menggunakan stainless steel maka warna stainless steel mengkilap yang menjadi dominannya.

Sedangkan pada teko, banyak ditemukan kombinasi warna, ornament, gambar disekujur badannya apalagi untuk teko yang tidak digunakan untuk air panas seperti teko yang terbuat dari plastic atau melamin. Teko jenis ini pasti akan digambar di sekujur badannya dengan berbagai macam hiasan untuk ditempatkan di atas meja makan.

Bisa dikatakan ceret dan teko itu sebenarnya sebuah satu kesatuan, ceret membutuhkan teko dan demikian juga sebaliknya. Air yang menjadi isi dari teko akan dimasak terlebih dahulu di ceret. Nantinya akan diseduhkan di teko sebelum dituangkan ke cangkir.

Jadi pemilihan teko tentunya akan lebih sedap dipandang mata dengan dipadu padankan dengan ceret juga cangkirnya. Semoga dengan artikel ini bisa memberikan gambaran seperti apakah ceret dan teko yang cocok di dapur kita.

Ceret Pemanas Air

Salah satu perabot yang harus ada di dapur adalah ceret pemanas air atau sering dibilang sebagai ketel. Ceret ini sangat berguna untuk memanaskan air atau memasak air sampai titik didih tertentu untuk membunuh bakteri atau kuman yang ada di air sebelum kita minum.

Meskipun dalam berbagai kesempatan saya menemui masih banyak yang memasak air menggunakan panci tetapi hal ini biasanya dilakukan untuk memasak air dengan volume yang banyak.

Ceret Pemanas Air

Teko air memiliki beragam fungsi disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya. Ada yang hanya digunakan untuk menghangatkan air, memasak air atau sekedar menampung air. Dengan beragam fungsi tersebut tentunya dibutuhkan teko dengan berbagai jenis dan ukuran. Lalu apa yang harus diperhatikan dalam membeli atau memilih teko.

Teko sebagai pemanas air atau biasanya disebut ceret harus menggunakan bahan yang kokoh, pegangan yang kuat dan tidak mengalirkan panas, juga punya semacam alert atau tanda jika air sudah mendidih yang biasanya ditandakan dengan siulan khas ceret. Hal ini penting, karena terkadang kita lupa sudah berapa lama air dimasak di dalam teko hingga air itu sendiri habis sehingga yang dimasak akhirnya teko itu sendiri.

Baca juga: Kesalahan Dalam Merancang Dapur Minimalis

Dalam hal kualitas maka teko pemanas air biasanya menggunakan bahan alumunium atau stainless steel. Kedua bahan ini sangat digemari meskipun mempunyai kekurangan. Untuk itu kita sebagai pengguna harus jeli dan teliti saat memilih teko penjarang air yang dibutuhkan.

Ceret pemanas air atau sering juga disebut teko penjarang air memiliki bentuk dan ukuran yang beragam. Sehingga kita perlu pintar-pintar memilih teko yang sesuai dengan ukuran dapur di rumah. Tak elok rasanya, menggunakan teko yang besar untuk dapur ideal minimalis sederhana yang berukuran kecil.

Dapur akan terasa penuh saat teko berada di atas kompor saatberaksi. Juga disesuaikan dengan kebutuhan berapa banyak air yang akan dipanaskan, karena akan terasa janggal, jika kita ingin memanaskan air untuk 2 gelas kopi atau teh tetapi menggunakan teko pemanas air berukuran 5 liter.
Ada 3 hal yang setidaknya harus diperhatikan dalam memilih teko pemanas air untuk dijadikan salah satu perabotan di dapur ideal, yaitu:

  1. Material
  2. Desain
  3. Ukuran

Material teko pemanas air terbuat dari apa?, tidak banyak pilihannya. Seperti penulis sebutkan di atas, hanya ada 2 yang populer di pasaran, yaitu alumunium dan stainless steel. Bahan teko akan memiliki perbedaan dalam hal tampilan, berat, perawatan dan kemampuan menyimpan panas.

Material alumunium akan lebih ringan dibandingkan stainless steel tetapi untuk kemampuam menyimpan panas dan seberapa cepat mencapai titik didih air, bahan stainless steel sangat bisa diandalkan. Meskipun untuk harga, bahan teko alumunium sedikit lebih murah dibandingkan teko stainless steel.

Perawatan kedua bahan juga berbeda. Teko alumunium rawan peyok jika dibandingkan stainless steel, membersihkan teko dengan bahan stainless steel dianjurkan menggunakan jeruk nipis sedangkan untuk alumunium cukup dengan pembersih yang digunakan untuk piring.

Jadi pemilihan teko pemanas air yang cocok di dapur tentunya menjadi hak eksklusif pemilik dapur. Tetapi jangan disingkirkan teko pemanas air dengan tema dapur yang kita pilih.

Dapur minimalis sederhana tentunya memiliki keterbatasan ruang sehingga jangan menjadikan pemilihan teko pemanas air membuat dapur jadi tidak nyaman.

One Reply to “Perbedaan Teko dan Ceret”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *