Ceret Pemanas Air

Salah satu perabot yang harus ada di dapur adalah ceret pemanas air atau sering dibilang sebagai ketel. Ceret ini sangat berguna untuk memanaskan air atau memasak air sampai titik didih tertentu untuk membunuh bakteri atau kuman yang ada di air sebelum kita minum. Meskipun dalam berbagai kesempatan saya menemui masih banyak yang memasak air menggunakan panci tetapi hal ini biasanya dilakukan untuk memasak air dengan volume yang banyak.

Teko air memiliki beragam fungsi disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya. Ada yang hanya digunakan untuk menghangatkan air, memasak air atau sekedar menampung air. Dengan beragam fungsi tersebut tentunya dibutuhkan teko dengan berbagai jenis dan ukuran. Lalu apa yang harus diperhatikan dalam membeli atau memilih teko.
Ceret Pemanas Air
Teko sebagai pemanas air atau biasanya disebut ceret harus menggunakan bahan yang kokoh, pegangan yang kuat dan tidak mengalirkan panas, juga punya semacam alert atau tanda jika air sudah mendidih yang biasanya ditandakan dengan siulan khas ceret. Hal ini penting, karena terkadang kita lupa sudah berapa lama air dimasak di dalam teko hingga air itu sendiri habis sehingga yang dimasak akhirnya teko itu sendiri.

Dalam hal kualitas maka teko pemanas air biasanya menggunakan bahan alumunium atau stainless steel. Kedua bahan ini sangat digemari meskipun mempunyai kekurangan. Untuk itu kita sebagai pengguna harus jeli dan teliti saat memilih teko penjarang air yang dibutuhkan.

Ceret pemanas air atau sering juga disebut teko penjarang air memiliki bentuk dan ukuran yang beragam. Sehingga kita perlu pintar-pintar memilih teko yang sesuai dengan ukuran dapur di rumah. Tak elok rasanya, menggunakan teko yang besar untuk dapur ideal minimalis sederhana yang berukuran kecil.

Dapur akan terasa penuh saat teko berada di atas kompor saatberaksi. Juga disesuaikan dengan kebutuhan berapa banyak air yang akan dipanaskan, karena akan terasa janggal, jika kita ingin memanaskan air untuk 2 gelas kopi atau teh tetapi menggunakan teko pemanas air berukuran 5 liter.
Ada 3 hal yang setidaknya harus diperhatikan dalam memilih teko pemanas air untuk dijadikan salah satu perabotan di dapur ideal, yaitu:

  1. Material
  2. Desain
  3. Ukuran

Material

Material teko pemanas air terbuat dari apa?, tidak banyak pilihannya. Seperti penulis sebutkan di atas, hanya ada 2 yang populer di pasaran, yaitu alumunium dan stainless steel. Bahan teko akan memiliki perbedaan dalam hal tampilan, berat, perawatan dan kemampuan menyimpan panas.

Material alumunium akan lebih ringan dibandingkan stainless steel tetapi untuk kemampuam menyimpan panas dan seberapa cepat mencapai titik didih air, bahan stainless steel sangat bisa diandalkan. Meskipun untuk harga, bahan teko alumunium sedikit lebih murah dibandingkan teko stainless steel.

Perawatan kedua bahan juga berbeda. Teko alumunium rawan peyok jika dibandingkan stainless steel, membersihkan teko dengan bahan stainless steel dianjurkan menggunakan jeruk nipis sedangkan untuk alumunium cukup dengan pembersih yang digunakan untuk piring.

Jadi pemilihan teko pemanas air yang cocok di dapur ideal tentunya menjadi hak eksklusif pemilik dapur. Tetapi jangan disingkirkan ketersatuan teko pemanas air dengan tema dapur yang kita pilih. Dapur minimalis sederhana tentunya memiliki keterbatasan ruang sehingga jangan menjadikan pemilihan teko pemanas air membuat dapur anda lepas dari kata ideal. Bagaimana dengan desain teko pemanas air?, kita lanjut di artikel Dapur Ideal berikutnya.

Ceret Pemanas Air |Ais |4.5 |